Apa Pengertian, Fungsi, dan Jenis Kapasitor

Kapasitor adalah salah satu komponen pasif yang digunakan dalam rangkaian elektronika. Kapasitor atau kondensator merupakan komponen yang berlawanan dengan komponen pasif lainnya, yaitu induktor. Namun, apa sebenarnya kapasitor itu, cara kerja, macam-macam, dan aplikasi kapasitor pada elektronika? Mari kita bahas satu per satu.

Pengertian Kapasitor

Kapasitor adalah suatu komponen yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk medan listrik. Seperti suatu baterai isi ulang kecil, kapasitor dapat diisi dan dapat digunakan sebagai sumber energi listrik saat diperlukan. Namun tidak seperti baterai isi ulang pada laptop atau smartphone, kapasitor hanya dapat menyimpan energi listrik dalam jumlah yang kecil dan sangat cepat habis. Besar kecilnya jumlah listrik yang dapat disimpan atau kapasitansi pada kapasitor diukur dengan besaran Farad (F). Dibawah ini adalah simbol dan komponen elektronika dari Kapasitor.

kapasitor.png

Kapasitor terbuat dari 2 pelat konduktor dan 1 atau lebih bahan dielektrik yang terletak diantara pelat konduktor tersebut. Bahan dielektrik tidak dapat menghantarkan listrik sehingga arus tidak dapat mengalir melalui kedua pelat tersebut. Namun, bahan dielektrik dapat menyimpan muatan listrik. Semakin banyak muatan listrik yang disimpan, semakin besar energi listrik yang bisa disalurkan oleh kapasitor nantinya. Besarnya muatan listrik yang disimpan bergantung dari lebar, panjang, dan material bahan dielektrik yang digunakan dalam kapasitor.

Cara Kerja Kapasitor pada Listrik Searah dan Bolak-Balik

Pada listrik searah, kapasitor bekerja sebagai penyimpan muatan listrik seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya. Muatan listrik akan mengalir dan mengisi kapasitor yang tadinya kosong menjadi penuh sesuai dengan besar nilai kapasitansinya. Setelah kapasitor penuh atau tunak, muatan listrik akan berhenti mengalir dan kapasitor akan berlaku seperti kabel putus yang membuat listrik tidak bisa mengalir atau open-circuit.

Namun perilaku kapasitor berbeda jika kapasitor bekerja pada listrik bolak-balik. Pada listrik bolak-balik, kapasitor akan terus menerus mengalirkan listrik karena diisi dan dikosongkan secara bergantian. Kondisi tersebut membuat kapasitor seperti menjadi beban layaknya resistor. Beban yang diberikan oleh kapasitor pada listrik bolak-balik disebut sebagai impedansi.

Macam atau Jenis Kapasitor

Terdapat macam-macam jenis kapasitor. Jenis-jenis kapasitor dikelompokan sesuai dengan material dasarnya. Berikut adalah beberapa macam kapasitor yang kami rangkum dari pintarelektro.com

Kapasitor tetap memiliki nilai kapasitansi yang tetap. Kapasitor tetap memiliki berbagai macam material yang digunakan seperti keramik, poliester, kertas, mika, elektrolik, dan Tantalum.

Kapasitor Variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat berubah dengan pengaturan mekanik. Jenis resistor variabel yang sering digunakan adalah Variable Condensator (VARCO) dan Trimmer.

Kapasitor juga dapat dikelompokan menurut polaritasnya. Kapasitor polar adalah kapasitor yang memiliki kutub positif dan kutub negatif. Kapasitor dari material elektrolit dan Tantalum adalah contoh dari kapasitor polar. Sebaliknya, kapasitor non-polar adalah kapasitor yang tidak memiliki kutub. Kapasitor dari bahan keramik, kertas, mika, dan polyester adalah contoh dari kapasitor non-polar.

Fungsi atau Aplikasi Kapasitor

Secara garis besar, kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi listrik pada suatu rangkaian listrik. Salah satu aplikasi dari penyimpan energi listrik ini adalah lampu flash pada kamera. Lampu flash adalah lampu yang sangat terang sehingga membutuhkan energi listrik yang banyak dalam waktu yang cepat. Karena itu, kapasitor berperan dalam menyimpan dan menyalurkan dengan cepat energi listrik yang banyak tersebut sehingga dapat digunakan dalam sekejap saat lampu flash dinyalakan.

Pada konversi listrik bolak-balik menjadi listrik searah, seperti pada charger laptop dan smartphone, kapasitor digunakan sebagai filter. Saat listrik bolaik-balik diubah menjadi listrik searah, terjadi naik-turun tegangan atau ripple yang dapat membahayakan perangkat elektronik. Kapasitor digunakan sebagai filter untuk menghilangkan ripple tersebut.

Kapasitor juga digunakan dalam radio analog untuk mengganti-ganti frekuensi stasiun radio yang ingin kita dengarkan dan pada sound system bagian tweeter dan woofer untuk mengahasilkan suara treble dan bass.

Demikian adalah penjelasan dari pengertian, fungsi, dan jenis-jenis kapasitor. Semoga artikel ini bisa menjadi sumber wawasan yang bermanfaat.

Referensi: Microelectronic Circuits (Adel S. Sedra, Kenneth C. Smith), Oxford University Press, 2004.