Neraca Pegas. Pengertian, Fungsi, Bagian, Cara Mengukur Gaya, Cara Menggunakan Neraca Pegas, Serta Cara Membaca Hasil Pengukkuran

Neraca pegas, ialah alat ukur massa serupa dengan timbangan namun menggunakan pegas. Alat ini juga akrab disebut dengan dinamometer. Kemudian, apa fungsi serta bagaimana cara menggunakan neraca pegas? Dalam artikel ini saya akan menjelaskan mengenai Neraca Pegas yang kami rangkum dari ngertiaja.com

Pengertian dan Fungsi Neraca Pegas

Neraca pegas (Dinamometer) ialah alat ukur timbangan sederhana yang memakai pegas sebagai media yang menyatakan massa suatu benda yang dihitungnya mengukur ketegangan pegas adalah tekanannya. Atau dapat dikatakan menggunakan media pegas. Umumnya neraca pegas memakai massa pembandingan yang cenderng kecil dengan tuas yang panjang mengarah pada hukum tuas.

Dari penjelasan sebelumnya, neraca pegas membandingkan gaya tarik balik sebuah pegas yang muncul jika pegas dibuat bercelah. Maka semakin besar bobot suatu massa sebuah benda maka semakin besar pula celah yang dialami pada sebuah pegas.

Benda yang akan diukur massanya, digantung pada pengait alat. Skala yang di arahkan pada penunjuk neraca, hasilnya sama dengan nillai massa benda yang diukur. Neraca pegas tersebtu akan menunjukkan hasil atau nilai yang tidak sama dibumi dan bulan ataupun didaerah yang gravitasinya tidak sama.

Timbangan bandul tersebut akan menunjukkan nilai atau angka yang tidak berbeda dimana pun, pada saat ada gravitas untuk menggerakkan timbangan.

Neraca pegas memakai prinsip kesetimbangan gaya elastis pegas yang ditetapkan oleh persamaan, sebagai berikut:

F = -k . Δ x

Untuk menghitung berat, biasanya kita menggunakan alat ini. Berat yang dijelaskan di sini adalah gaya berat yang berarti bukan massa. Sementara massa dan berat merupakan hal yang berbeda. Dalam ilmu fisika, berat dari sebuah benda adalah gaya yang diakibatkan pada gravitasi berhubungan dengan massa pada suatu benda tersebut.

Skala dalam Neraca Pegas

Neraca pegas atau dinamometer disediakan dengan dua baris skala, ialah skala N atau newton dan g atau gram. Untuk mengukur massa benda atau beban, terlebih dahulu atur skala menjadi 0 (nol) dengan cara memutar sekrup pada pengatur skala.

Kemudian gantungkan beban atau benda pada pengait neraca. Lalu, perhatikan hasil pengukuran. Keuntungan menimbang beban atau benda menggunakan neraca pegas adalah dalam sekali menimbang beban atau benda bisa diketahui berat dan massa benda dalam sekaligus.

Jenis-jenis Neraca Pegas

Neraca pegas atau dinamometer terdiri menjadi dua bagian, yang pertama adalah memalang langsung pada mesi yang dikenal sebagai Dinamometer Mesin, dan suatu dyno yang bisa mengukur daya dan torsi tanpa memindahkan mesin kendaraan dari kerangkanya yang dikenal sebagai Dinamometer Rangka.

  1. Dinamometer Mesini, umumnya digunakan untuk mengetahui besar hasil tenaga atau daya yang dikeluarkan pada sebuah mesin. Dalam percobaannya, dinamometer mesin ini menghitung tenaga sesungguhnya yang dari mesin kendaraan bermotor. Pada jenis ini, dinamometer memberikan data yang terbaca dalam satuan daya kuda atau horsepower.
  2. Dinamometer Rangka, adalah sebuah alat uji otomotif yang dipakai untuk menghitung daya sesungguhnya yang diberikan pada motor untuk bagian roda-roda penggerak.

Bagian-bagian Pada Neraca Pegas

Neraca pegas memiliki bagian-bagian yang terdiri dari gantungan, pengarah atau penunjuk skala, pegas, skala, batang, dan terakhir pengait. Kegunaan dari masing-masing bagian tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Gantungan memiliki kegunaan sebagai tempat untuk memegang neraca pegas atau dinamometer supaya tidak mengusik terjadinya proses pengukuran.
  2. Skala mempunyai kegunaan sebagai menunjukkan harga yang tercetak pada neraca pegas atau dinamometer yang memperlihatkan hasil pada pengukuran benda tersebut.
  3. Batang memiliki fungsi sebagai sistem yang merupakan bagian luar yang membungkus pegas.
  4. Pengait berfungsi sebagai wadah dimana benda atau beban diletakkan untuk dihitung massanya.
  5. Pegas merupakan yang terpenting atau sangat vital pada bagian dari neraca pegas.
  6. Penunjuk skala merupakan bagian yang berguna sebagai penunjuk hasil skala atau hasil pengukuran.

Prinsip Kerja dan Cara Menggunakan Neraca Pegas

Dengan cara menggunakan neraca pegas, lebih dulu kita melakukan kalibrasi. Kalibrasi merupakan tahap dalam membandingkan suatu acuan lokal terhadap standar yang ada untuk menentukan ketelitin sebuah alat ukur atau menstandarkan kondisi alat ukur sebelum dipakai, supaya tidak terjadi adanya hasil pengukuran yang salah dan menjadi akurat serta tepat, lalu mendekati nilai benar. Mengenai tahap serta proses pengkalibrasi alat ukur tersebut adalah dengan cara memutar sekrup yang ada pada bagian atas dinamometer tanpa beban sehingga garis atau batas mengarah pada skala nol (0).

Atau bisa mengikuti tahap sebagai berikut:

  1. Mengkalibrasi dinamometer dengan cara memutar bagian sekrup yang ada pdaa atas alat tersebut tanpa meletakkan beban lebih dulu sehingga garis atau batas penunjuk skala mengarah pada skala nol.
  2. Kemudian, gantungkan benda yang akan dihitung suatu massanya pada pengait neraca pegas yang ada pada bagian bawah pegas.
  3. Dan yang terakhir, sesudah kondisi sistem tidak bergerak-gerak, perhatikan skala yang ditunjukkan oleh pengarah skala.
  4. Bila pengarah skala yang di tunjukkan pada pengarah neraca adalah angka 4. Maka massa suatu benda tersebut adalah 4 kg.

Cara Pengukuran

Mengenai hal bagaimana cara pengukurannya, mari kita simak penjelasan singkat berikut:

Gantungkan benda yang akan kalian ukur suatu massanya pada pengait yang ada pada bagian bawah pegas. Sesudah kondisi sistem kelihatan diam dan tidak bergerak-gerak, perhatikan skala yang diarahkan pada jarum penunjuk skala.

Cara Membaca Neraca Pegas

Cara membaca neraca pegas sama halnya dengan mistar, yaitu perhatikan angka yang ditunjukkan pada jarum penunjuk skala. Garis ketelitian atau nilai skala yang terkecil pada dinamometer atau neraca pegas tidaklah sama. Walaupun pada umumnya yang biasa digunakan di laboratorium adalah 0,1 N. Dan membaca nerasa pegass tersebut tidak berbeda dengan halllnya seperti penggunaan pada alat ukur mistar misalnya memperhatikan angka yang ditunjukkan dari penunjuk skala.

Penanganan Neraca

  • Wadah atau tempat timbangan lebih dulu diatur dengan sekrup dan harus tepat pada horizontal sewaktu-waktu timbangan bergerak.
  • Timbangan harus terhindar dari gerakan atau angin atau tenang sebelum menimbang angka nol harus dicek dan bila perlu lakukan pengecekan ulang.
  • Pada setiap orang yang memakai timbangan harus merawatnya sehingga timbangan tetap terjaga bersih dan terawat dengan baik serta bendar.

Cara Membersihkan Neraca Pegas

  • Ada baiknya kebersihan timbangan harus diperhatikan setiap kali selesai dipakai.
  • Pada bagian-bagian timbangan wajib dibersihkan dengan memakai sikat, kain halus ataupun bisa memakai kertas tissue. Kemudian membersihkan timbangan secara keseluruhan.
  • Lalu pada piringan atau pan timbangan bisa diankat dan seluruh bagian timbangan bisa dibersihkan dengan memanfaatkan pembersih seperti deterjen yang lunak, dengan cara mencampurkan air dan etanol atau alkohol.
  • Setelah melakukan pembersihan, perhatikan dan cek ulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *