Liburan yang Seru dengan Berwisata Menapaki Gua Pindul serta Objek Menarik di Sekitarnya

Mengisi liburan hanya dengan berdiam dirumah atau pergi ke mall? Itu sudah biasa. Tapi liburan rame-rame bareng teman-teman menyusuri sungai di dalam gua? Mungkin ini kesempatan langka. Di artikel kali ini kita akan mengulas spot wisata gua pindul dan objek wisata menarik disekitarnya.

Cave tubing mungkin masih asing bagi sebagian orang, namun tidak bagi para pecinta traveler. Cave Tubing Gua Pindul menjadi terkenal, dengan serunya mengapung diatas ban karet, sambil berderet, menyusuri sungai didalam gua. Ada nuansa tenang, hening dan natural saat memasuki gua ini. Dengan ditemani keunikan ornament stalagmite dan stalagtit, mengiringi sepanjang perjalanan didalam Gua.

Wisata cave tubing Gua Pindul memiliki rute sepanjang 350 meter, lebar bervariasi hingga 5 m, ketinggian air ke atap gua mencapai 4 meter, dan dengan kedalaman air antara 5-12 meter. Gua Pindul berlokasi di desa Bejiharjo, Kec. Karangmojo, Kab. Gunung Kidul, Jogjakarta. Memang tempat wisata di Jogja ada banyak sekali. Tetapi, liburan ke Jogja bersama teman-teman, kurang seru rasanya jika melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Gua Pindul.

Perahu yang digunakan tentu berbeda dengan perahu arung jeram ataupun perahu wisata. Karena dari asal bahasanya sendiri, cave berarti gua, dan tubing berarti ban dalam. Yang artinya, petualangan menyusuri gua dengan menggunakan ban dalam. Jangan salah sangka, Ban dalam ukuran jumbo ini
cukup enak dan nyaman untuk di naiki, dengan masing-masing satu seorang.

Cerita punya cerita, ternyata awal mula nama Goa Pindul ini berawal saat utusan Panembahan Senopati Mataram yang bernama Ki Juru Mertani, dan Ki Ageng Pemanahan hendak membuang bayi laki-laki hasil hubungan gelap putri panembahan senopati.

Tetapi sebelum dibuang, bayi itu dimandikan lebih dahulu di dalam goa. Saat proses memandikan itu berlangsung tiba-tiba pipi sang bayi terbentur batu. Karena peristiwa itulah, maka goa itu akhirnya di beri nama Goa Pindul. Pindul berasal dari kata Pipi Kebendhul, atau Pipi yang terbentur. Sungguh unik
dan menarik.

 

Menapaki keseruan Gua Pindul

Petualangan di mulai saat kita tiba di dusun Gelaran Satu, Desa Beringharjo. Setibanya dilokasi, kita telah disediakan perlengkapan pelampung untuk kita kenakan. Tersedia juga ruang ganti, karena kita harus bersiap dengan basah-basahan nantinya.

Jangan bawa handphone sembarangan, kecuali anda membawanya dengan pocket anti air dan strap yang bisa dikalungkan. Percayalah, keseruan menyusuri gua pindul lebih asyik dari pada memusingkan foto selfie. Biasanya, disana juga ada tim dokumentasi yang akan mengabadikan moment petualangan kita, dan bisa kita tebus dan bawa pulang seusai acara berlangsung.

Sebelum cave tubing dimulai, biasanya ada briefing singkat dari pemandu, tentang teknis pelaksanaan, apa yang harus dipersiapkan, hal apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Ada baiknya kita memperhatikan arahan dari pemandu, karena tidak memakan waktu terlalu lama. Khusus untuk wanita
yang sedang datang bulan, disediakan pakaian katelpak warna merah sebagai “identitas” khusus.

Gua pindul sendiri, terdiri dari 3 zona. Pertama zona terang dengan cahaya yang mencukupi, zona remang dimana kita masih melihat mulut gua, dan juga zona gelap dimana kita tidak bisa melihat apa-apa sama sekali. Namun jangan khawatir, para pemandu akan menyalakan senter dan menunjukkan
keindahan didalam gua termasuk ornament stalagmit dan stalagtit. Kadang hening, seru, terkadang seram, namun menyenangkan. Perahu yang berjalan dengan perlahan, sambung menyambung antar peserta cave tubing, mengular menyusuri senyapnya perjalanan di dalam gua pindul. Moment ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

 

Pantai Indrayanti

Wisata ke Gua Pindul, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung juga ke pantai indrayanti. Lokasinya hanya berjarak kurang lebih 35 km. Bisa ditempuh dalam waktu satu hingga satu setengah jam, menggunakan kendaraan pribadi atau bus wisata.

Pantai berpasir putih ini juga sering dijadikan pilihan para wisatawan untuk berlibur ke Jogja. Untuk perjalanan menggunakan bus wisata, memang akan sedikit lebih lama dan ekstra hati-hati karena jalannya yang sempit, berkelok-kelok, tanjakan turunan, dan banyak tikungan.

Mendengar nama indrayanti, mungkin kita lebih familiar dengan nama wanita. Jika boleh menebak-nebak, mungkin karena keindahan pantainya yang eksotis dengan hamparan pasir putih, dan bentangan laut biru dan menawan. Namun menurut cerita sebagian orang, asal usul nama pantai indrayanti bermula dari papan nama restoran indrayanti. Sehingga sering disebut pantai indrayanti.

Berbeda dengan versi pemerintah kabupaten Gunungkidul, nama asli pantai ini sebenarnya adalah Pulang Syawal, karena dari dahulu pantai itu sering dijadikan lokasi untuk melihat hilal bagi masyarakat sekitar, untuk penepatan awal Bulan Ramadhan, sekaligus juga awal Bulan Syawal.

Apa saja yang bisa kita lakukan dipantai Indrayanti? Banyak. Tidak hanya sekedar berjalan menyusuri keindahan di tepian pantai. Kita juga bisa berenang di tepi pantai, snorkeling, naik banana boat, main jetski, dan juga berkeliling menikmati keindahan laut dengan menggunakan jasa kapal nelayan. Tidak
heran jika pantai ini sering dijuluki Balinya Jogja.

Dipantai ini juga banyak yang menyewakan payung dan tikar, yang bisa kita gunakan untuk bersantai, melepas penat di tepi pantai. Ingin sekalian bermalam? Penginapan juga tersedia. Tentu mengasyikan bermalam di penginapan bernuansa etnis, makan ikan bakar dan kelapa muda, sambil ditemani api unggun. Cocok untuk pasangan, keluarga, atau berwisata bareng teman-teman.

Demikian inspirasi liburan seru berwisata menapaki gua pindul dan objek menarik di sekitarnya.
Bagaimana, sudah tidak sabar untuk liburan? Kota jogja memang istimewa, selain kaya akan warisan
budaya, Jogja juga menyimpan banyak sekali keindahan alam, gunung, pantai, dan berbagai spot
destinasi wisata. Selamat Berlibur!

Leave a Reply to AndrewBup Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *